Hari Jumat yang lewat saya melihat seorang teman Muslim pergi dari NTU untuk sholat Jum’at. Hal seperti ini sudah sering saya lihat dan alami, namun entah mengapa yang kemarin itu sungguh berkesan di hati saya.

Saya waktu itu kepikiran saja, andai saja hari libur yang diadopsi di Singapura itu adalah hari Jumat, misalnya. Bukan hari Minggu. Jadi, situasinya dibalik nih. Hari Minggu. Kita harus bekerja. Dan di tengah pekerjaan itu, kita harus meminta ijin kepada supervisor untuk pergi ke gereja untuk beribadah.

Begitu.

Bagaimana?

Dan entah mengapa saya jadi terpikir dengan masalah dimana kita akan beribadah jika kita menghadapi situasi semacam ini. Dan, well, setelah dipikir-pikir lagi, pertanyaan dimana kita akan beribadah malah mungkin akan menjadi tidak relevan dalam situasi semacam ini! Asal kita bisa beribadah itu sudah bagus kok! Gereja terdekat dari kantor, for sure!

Dan saya berhenti memikirkan hal ini ketika menyadari bahwa hal ini tidak mungkin terjadi di Singapura. Oh, well, tidak ada gunanya memikirkannya kalau begitu.

Begitukah?

Posting ini didedikasikan untuk teman-teman yang mengalami pergumulan soal beribadah karena keharusan bekerja di hari dimana teman-teman harus beribadah, baik itu hari Jumat, Sabtu, Minggu, atau hari-hari yang lain jika ada. =)