Saya suka ‘modeling.’ Model adalah aproksimasi dari sebuah realita. Saya suka sekali membandingkannya dengan konsep imago dei.

Ada beberapa model yang terus membayangi pikiran saya. Salah satunya adalah model panggilan. Yang di bayangan saya seperti ini:

Artinya begini.

Menurut saya, panggilan seseorang itu ditinjau dan tidak dapat dilepaskan dari panggilan gereja. Panggilan seorang berada dalam koridor panggilan gereja. Dan bagaimana panggilan seorang itu dapat memenuhi bagiannya dalam menjalani panggilan gereja.

Karena itu, saya sebenarnya lebih cenderung untuk tidak terlalu menekankan bahwa seorang harus menemukan panggilannya secara spesifik. Bagi saya, pertanyaan yang lebih mendasar adalah apa panggilan gereja di tempat ini. Dan jikalau saat ini dalam keseharian kita, kita sudah turut membantu dalam memenuhi panggilan gereja ini, itu sudah sangatlah baik.

Model ini adalah salah satu model yang sangat mempengaruhi saya. Lain kali akan saya paparkan model-model yang lain. =)

Make me a captive, Lord,

      And then I shall be free;

Force me to render up my sword,

      And I shall conqueror be.

I sink in life’s alarms

      When by myself I stand;

Imprison me within Thine arms,

      And strong shall be my hand.

 

Quotation yang bagus dari George Matheson. Penggambaran yang indah mengenai paradox kebebasan dan ketaatan. Suatu pembahasan yang sudah sangat ama sering diucapkan, namun sangat susah untuk dilakukan.

Ketika masalah timbul, dan kita mencoba menyelesaikannya. Mengusahakan segala cara, hanya untuk kecewa di kemudian hari. Putus asa, hancur hati dan menyerah. Seakan tidak ada hal lain yang dapat kita andalkan untuk keluar dari masalah itu. Seakan Tuhan diam dan tidak ikut campur. Ketika kemudian kita hanya bisa berdoa kepada Tuhan dan menyerahkan semuanya, barulah Tuhan bekerja.

Berapa kali kita berada dalam situasi demikian? Ketika kita merasa kita bisa melakukan sesuatu, Tuhan mengijinkan kita melakukannya dengan kekuatan sendiri. Barulah ketika kita menyerah total, Tuhan baru bekerja.

Posting ini didedikasikan untuk mereka yang sedang mengalami persimpangan di kehidupan mereka. Mereka yang terus berjuang mencari kehendak Tuhan dalam diri mereka, karena mereka hanya ingin menyenangkan hati-Nya. Biarlah bisa menjadi sebuah pengingat bagi mereka.

hari ini kami menerima selebaran dari pemerintah singapura yang menginformasikan ‘benefits for all Singaporean in 2008’, bagaimana pemerintah akan membagikan 3 miliar dolar kepada seluruh warga singapura dalam berbagai wujud. welfare lah.

sungguh menarik bagaimana selebaran ini begitu informatif, sungguh berguna bagi masyarakat, sehingga mereka tahu apa ‘hak-hak’ mereka, dan bagaimana pemerintah singapura sendiri begitu serius dalam mengurusi warganya. tentunya hal ini tidak akan cukup melingkupi seluruh kebutuhan tiap warga secara spesifik, namun apa yang dilakukan pemerintah ini sangatlah baik.

sebenarnya pemerintah Indonesia mungkin melakukan hal-hal yang serupa, seperti jatah beras untuk kaum miskin, dsb. namun masalahnya seringkali hal ini tidak dilakukan dengan transparan dan masyarakat tidak mendapat kejelasan mengenai apa yang sebenarnya pemerintah ingin lakukan bagi warganya. benefits ini terdapat di anggaran tahunan, jadi apa yang dilakukan oleh pemerintah singapura ini boleh dibilang sebagai informasi mengenai apa yang terdapat di anggaran tahunan, walau saya kurang tahu apakah kita memiliki exposure yang cukup terhadap apbn kita.

berikut selebaran yang dimaksud.

sesungguhnya, pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikan. (Rm 13.4) mari membayar pajak dengan sukacita. =)

1. pernah baca The Screwtape Letters? buku ini menjadi inspirasi bagi banyak orang yang, dari waktu ke waktu, mencoba untuk menulis à la C.S.L. di buku ini. berikut surat terbaru dari Screwtape kepada Wormwood. The Luciferian Laptop.

2. nonton Prince Caspian yuk bulan depan! opens in theatre on May 29.

Mantap, yos. Tampaknya arahnya sudah tepat. Iyah mungkin nantinya perlu beli domain.

Impiannya itu bisa seperti peselancar blog-nya WordPress (yang ada di akun masing-masing) berbentuk blog.

Di kampung-blog ini, kita bisa membaca banyak blog sekaligus, walau untuk memberi komentar tetap harus mengklik masing-masing post untuk dialihkan ke blog asli. (di peselancar blog WordPress juga begitu)

Cuma di peselancar blog WordPress hanya terbatas untuk membaca blog-blog WordPress saja, sedangkan penyedia layanan RSS seperti google reader tidak ‘berbentuk’ seperti blog. Karena itu, ingin memadukan feature keduanya. (convenience a la RSS feed reader dan publikasi a la blog)

Perkembangan blog ini sama seperti cerita roman kebanyakan; Bermulai dari sebuah abstraksi, permulaan yang manis, kemunduran yang cukup lama, re-abstraksi mencari jati diri, terjun kembali ke dunia, etc etc.. Happy Ending (yang terakhir ini belum). Apakah kita belum cukup bergulat dalam abstraksi dan mencari jati diri dahulu, sehingga sekarang kita harus berusaha lagi, atau memang inilah proses bergulat itu. Terus menerus bergumul dan mencari abstraksi diri, dalam jati dan visi.

Beberapa post belakangan tampak usaha keras untuk berabstraksi, meskipun tampak tidak terorganisir namun saya percaya inilah proses yang harus terlaksana, mundur sesaat untuk maju, mencoret guratan untuk background kanvas sebelum melukis.

Sekiranya kita akan bergulat bersama Allah dalam setiap hal kecil maupun besar.

Your name shall no longer be called Jacob, but Israel, for you have striven with God and with men, and have prevailed.

——————-
Perihal penebusan dunia dan ciptaan baru, setuju sekali kalau yang terpenting bukanlah 5W+1H, tetapi bertanya in the light of the truth. Dan dalam kerangka berpikir, berdoa, bergumul “Apa yang Tuhan mau” ini, saya percaya kita dapat memulai dengan “Why”, yang akan mendrive kita bertanya 4W+1H selanjutnya, yang pasti akan lebih spesifik dari Why yang lebih general, dengan seeking in truth menjadi yang terpenting. Dan misi pembaruan dunia ini hanya bisa dilakukan dengan pertolongan Tuhan, yang telah menjadikan dunia; langit dan bumi beserta segala isinya.

  1. Tingkah laku kenabian – saya cukup sering mendengar bagaimana gereja perlu menjadi suara kenabian, menyuarakan Firman Tuhan ke masyarakat, memberitahu yang salah dan menunjukkan kepada yang benar. Bagaimana kalau ‘suara’ ini dilengkapi, atau, dimanifestasikan, dengan tingkah laku kenabian, dengan berkarya dan menunjukkan apa yang terjadi jika Tuhan sendiri yang berkarya di dunia ini? =)
  2. Blog adalah demokratisasi media. ‘Semua’ orang bebas berpendapat menyuarakan perspektifnya mengenai hal apapun. Era ‘monopoli’ informasi oleh media lama mungkin akan segera usai. ‘Kuasa’ informasi mungkin akan terbagi oleh media lama dengan media baru. Walau pada akhirnya jumlah pemilik ‘kuasa’ ini tetap masihlah sangat kecil dibandingkan seluruh penduduk dunia, namun setidaknya ‘kuasa’ ini sudah terbagi-bagi. Karena itu, jadilah representasi ‘kuasa’ informasi yang baik. =)
  3. Bagaimanakah kita menyeimbangkan antara kebebasan beragama dan aliran ‘sesat’? Dari sudut pandang Islam, Ahmadiyah adalah aliran yang ‘sesat.’ Dari sudut pandang lain, Ahmadiyah hanyalah salah satu wujud kebebasan beragama, yang mungkin merupakan salah satu hak fundamental sebagai manusia. Berikut satu berita kerja bakti Ansor-Ahmadiyah. Sungguh sebuah mata air yang menyegarkan di tengah padang gurun. (dari milis pemuda gpbb) =)
  4. Sebuah diskusi (‘blogalogue’) mengenai ‘problem of evil.’ (a.k.a. problem of pain, suffering, etc.) Ketika berbicara tentang teodesi, mungkin pertanyaan yang lebih tepat bukan ‘mengapa’, namun ‘apa yang Allah lakukan untuk mengatasi hal ini’, dan karena itu, ‘apa yang perlu kita lakukan sebagai umat Allah di ciptaan yang cemar ini’, dimana hal ini tentunya harus dilakukan dengan mengikut Yesus, Sang Kalam yang telah menjadi manusia, dan berbagi dan merasakan penderitaan itu sendiri, bahkan sampai mati di kayu salib, dan bangkit di hari yang ketiga, dimana ciptaan baru itu memang sungguh sudah dimulai. =)
  5. Small heaven – menarik bagaimana septianbudi terus menulis tentang small heaven a.k.a. persekutuan iscf di blognya. Akan lebih menarik lagi kalau ’small heaven’ ini bisa diekstensikan ke teman-teman yang lain, agar mereka juga dapat merasakan apa artinya jika ’surga-di-bumi’, ya?

Menanggapi tulisan di sini.

Beberapa hal yang perlu kita siapkan untuk membuat aggregrator blog, jika ingin membuat yang profesional

1. Web hosting. Bisa mencari yang gratisan, jumlahnya ada buaaaanyak. Atau yang berbayar. Ada yang mahal, ada yang murah. Tergantung layanan.

2. Domain. Kalau tidak mau beli domain, bisa pakai domain gratisan juga. Namun domain gratisan itu memang tidak bagus.

3. Content Management Software. Bisa memakai WordPress atau yang lainnya.

4. Setelah semuanya siap, kita bisa buat aggregrator blog dengan memakai ini misalnya.

Saya belum mencari alternatif lain. Saya coba cari. Dulu pernah lihat aggregrator blog memakai blogspot. Saya duga gratis.

Ada ide lain?

Coba amati list di bawah ini.

Januari, Februari, Maret yang telah terhilang dari blog ini…

Mari kita aktifkan kembali….

slideshow lukisan kisah perjanjian lama oleh seorang cina.

The dragon in the belly: patriarchs, judges, and kings.

slideshow-nya di sini.

situs pelukisnya.

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »