.septian


krisis makanan.

banjir.

harga minyak.

iklim dunia.

perang.

bolehkah saya memilih untuk tidak tahu dan tidak peduli mengenai hal-hal ini, ya Allah?

mungkin hidupku akan lebih nyaman, ya Tuhan?

pancaindera kita menangkap berbagai sensasi yang berbeda. kadang, ada sensasi-sensasi yang khas, tidak dapat dilupakan, dan biasanya mudah terngiang-ngiang kembali karena keunikan kisah di balik sensasi awal kisah tersebut terjadi.

hari ini saya mengalaminya. ketika saya mencium sebuah bau yang langsung mengingatkan saya kepada bau yang sama di kisah yang berbeda. bau tersebut sudah terasosiasikan dengan kisah itu.

mungkin itu yang dialami petrus juga. ia berdiang di dekat sebuah api arang sebab hawa nya dingin kala itu. kala yesus ditangkap. dan ia menyangkalnya tiga kali. (yoh 18.15-27)

entah bagaimana rasanya ketika ia melihat api arang lagi. yang pasti, satu saat ketika ia berada di dekat api arang, ia kembali ditanya tiga kali. (yoh 21.9-17)

sejak saat itu, api arang pastilah membekas di hati petrus.

Dan inipun datangnya dari TUHAN semesta alam;
Ia ajaib dalam keputusan
dan agung dalam kebijiaksanaan. (Yes 28.29)

Inipun =

membajak,

mencangkul,

menyisir tanah,

menabur,

mengirik,

dst. (28.25 ff)

.

Inipun datangnya dari Tuhan.

hikmat dalam rutinitas hidup,

hikmat dalam kesederhanaan.

sebuah kuis alkitab yang tidak berkesudahan. (saya sekarang di rank ‘Ned Flanders‘)

permainan bisa disimpan dengan menggunakan akun google masing-masing. selamat mencoba! :D

Saya suka ‘modeling.’ Model adalah aproksimasi dari sebuah realita. Saya suka sekali membandingkannya dengan konsep imago dei.

Ada beberapa model yang terus membayangi pikiran saya. Salah satunya adalah model panggilan. Yang di bayangan saya seperti ini:

Artinya begini.

Menurut saya, panggilan seseorang itu ditinjau dan tidak dapat dilepaskan dari panggilan gereja. Panggilan seorang berada dalam koridor panggilan gereja. Dan bagaimana panggilan seorang itu dapat memenuhi bagiannya dalam menjalani panggilan gereja.

Karena itu, saya sebenarnya lebih cenderung untuk tidak terlalu menekankan bahwa seorang harus menemukan panggilannya secara spesifik. Bagi saya, pertanyaan yang lebih mendasar adalah apa panggilan gereja di tempat ini. Dan jikalau saat ini dalam keseharian kita, kita sudah turut membantu dalam memenuhi panggilan gereja ini, itu sudah sangatlah baik.

Model ini adalah salah satu model yang sangat mempengaruhi saya. Lain kali akan saya paparkan model-model yang lain. =)

hari ini kami menerima selebaran dari pemerintah singapura yang menginformasikan ‘benefits for all Singaporean in 2008’, bagaimana pemerintah akan membagikan 3 miliar dolar kepada seluruh warga singapura dalam berbagai wujud. welfare lah.

sungguh menarik bagaimana selebaran ini begitu informatif, sungguh berguna bagi masyarakat, sehingga mereka tahu apa ‘hak-hak’ mereka, dan bagaimana pemerintah singapura sendiri begitu serius dalam mengurusi warganya. tentunya hal ini tidak akan cukup melingkupi seluruh kebutuhan tiap warga secara spesifik, namun apa yang dilakukan pemerintah ini sangatlah baik.

sebenarnya pemerintah Indonesia mungkin melakukan hal-hal yang serupa, seperti jatah beras untuk kaum miskin, dsb. namun masalahnya seringkali hal ini tidak dilakukan dengan transparan dan masyarakat tidak mendapat kejelasan mengenai apa yang sebenarnya pemerintah ingin lakukan bagi warganya. benefits ini terdapat di anggaran tahunan, jadi apa yang dilakukan oleh pemerintah singapura ini boleh dibilang sebagai informasi mengenai apa yang terdapat di anggaran tahunan, walau saya kurang tahu apakah kita memiliki exposure yang cukup terhadap apbn kita.

berikut selebaran yang dimaksud.

sesungguhnya, pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikan. (Rm 13.4) mari membayar pajak dengan sukacita. =)

1. pernah baca The Screwtape Letters? buku ini menjadi inspirasi bagi banyak orang yang, dari waktu ke waktu, mencoba untuk menulis à la C.S.L. di buku ini. berikut surat terbaru dari Screwtape kepada Wormwood. The Luciferian Laptop.

2. nonton Prince Caspian yuk bulan depan! opens in theatre on May 29.

Mantap, yos. Tampaknya arahnya sudah tepat. Iyah mungkin nantinya perlu beli domain.

Impiannya itu bisa seperti peselancar blog-nya WordPress (yang ada di akun masing-masing) berbentuk blog.

Di kampung-blog ini, kita bisa membaca banyak blog sekaligus, walau untuk memberi komentar tetap harus mengklik masing-masing post untuk dialihkan ke blog asli. (di peselancar blog WordPress juga begitu)

Cuma di peselancar blog WordPress hanya terbatas untuk membaca blog-blog WordPress saja, sedangkan penyedia layanan RSS seperti google reader tidak ‘berbentuk’ seperti blog. Karena itu, ingin memadukan feature keduanya. (convenience a la RSS feed reader dan publikasi a la blog)

  1. Tingkah laku kenabian – saya cukup sering mendengar bagaimana gereja perlu menjadi suara kenabian, menyuarakan Firman Tuhan ke masyarakat, memberitahu yang salah dan menunjukkan kepada yang benar. Bagaimana kalau ‘suara’ ini dilengkapi, atau, dimanifestasikan, dengan tingkah laku kenabian, dengan berkarya dan menunjukkan apa yang terjadi jika Tuhan sendiri yang berkarya di dunia ini? =)
  2. Blog adalah demokratisasi media. ‘Semua’ orang bebas berpendapat menyuarakan perspektifnya mengenai hal apapun. Era ‘monopoli’ informasi oleh media lama mungkin akan segera usai. ‘Kuasa’ informasi mungkin akan terbagi oleh media lama dengan media baru. Walau pada akhirnya jumlah pemilik ‘kuasa’ ini tetap masihlah sangat kecil dibandingkan seluruh penduduk dunia, namun setidaknya ‘kuasa’ ini sudah terbagi-bagi. Karena itu, jadilah representasi ‘kuasa’ informasi yang baik. =)
  3. Bagaimanakah kita menyeimbangkan antara kebebasan beragama dan aliran ‘sesat’? Dari sudut pandang Islam, Ahmadiyah adalah aliran yang ‘sesat.’ Dari sudut pandang lain, Ahmadiyah hanyalah salah satu wujud kebebasan beragama, yang mungkin merupakan salah satu hak fundamental sebagai manusia. Berikut satu berita kerja bakti Ansor-Ahmadiyah. Sungguh sebuah mata air yang menyegarkan di tengah padang gurun. (dari milis pemuda gpbb) =)
  4. Sebuah diskusi (‘blogalogue’) mengenai ‘problem of evil.’ (a.k.a. problem of pain, suffering, etc.) Ketika berbicara tentang teodesi, mungkin pertanyaan yang lebih tepat bukan ‘mengapa’, namun ‘apa yang Allah lakukan untuk mengatasi hal ini’, dan karena itu, ‘apa yang perlu kita lakukan sebagai umat Allah di ciptaan yang cemar ini’, dimana hal ini tentunya harus dilakukan dengan mengikut Yesus, Sang Kalam yang telah menjadi manusia, dan berbagi dan merasakan penderitaan itu sendiri, bahkan sampai mati di kayu salib, dan bangkit di hari yang ketiga, dimana ciptaan baru itu memang sungguh sudah dimulai. =)
  5. Small heaven – menarik bagaimana septianbudi terus menulis tentang small heaven a.k.a. persekutuan iscf di blognya. Akan lebih menarik lagi kalau ’small heaven’ ini bisa diekstensikan ke teman-teman yang lain, agar mereka juga dapat merasakan apa artinya jika ’surga-di-bumi’, ya?

slideshow lukisan kisah perjanjian lama oleh seorang cina.

The dragon in the belly: patriarchs, judges, and kings.

slideshow-nya di sini.

situs pelukisnya.

Halaman Berikutnya »