Pikir


Saya suka ‘modeling.’ Model adalah aproksimasi dari sebuah realita. Saya suka sekali membandingkannya dengan konsep imago dei.

Ada beberapa model yang terus membayangi pikiran saya. Salah satunya adalah model panggilan. Yang di bayangan saya seperti ini:

Artinya begini.

Menurut saya, panggilan seseorang itu ditinjau dan tidak dapat dilepaskan dari panggilan gereja. Panggilan seorang berada dalam koridor panggilan gereja. Dan bagaimana panggilan seorang itu dapat memenuhi bagiannya dalam menjalani panggilan gereja.

Karena itu, saya sebenarnya lebih cenderung untuk tidak terlalu menekankan bahwa seorang harus menemukan panggilannya secara spesifik. Bagi saya, pertanyaan yang lebih mendasar adalah apa panggilan gereja di tempat ini. Dan jikalau saat ini dalam keseharian kita, kita sudah turut membantu dalam memenuhi panggilan gereja ini, itu sudah sangatlah baik.

Model ini adalah salah satu model yang sangat mempengaruhi saya. Lain kali akan saya paparkan model-model yang lain. =)

  1. Tingkah laku kenabian – saya cukup sering mendengar bagaimana gereja perlu menjadi suara kenabian, menyuarakan Firman Tuhan ke masyarakat, memberitahu yang salah dan menunjukkan kepada yang benar. Bagaimana kalau ‘suara’ ini dilengkapi, atau, dimanifestasikan, dengan tingkah laku kenabian, dengan berkarya dan menunjukkan apa yang terjadi jika Tuhan sendiri yang berkarya di dunia ini? =)
  2. Blog adalah demokratisasi media. ‘Semua’ orang bebas berpendapat menyuarakan perspektifnya mengenai hal apapun. Era ‘monopoli’ informasi oleh media lama mungkin akan segera usai. ‘Kuasa’ informasi mungkin akan terbagi oleh media lama dengan media baru. Walau pada akhirnya jumlah pemilik ‘kuasa’ ini tetap masihlah sangat kecil dibandingkan seluruh penduduk dunia, namun setidaknya ‘kuasa’ ini sudah terbagi-bagi. Karena itu, jadilah representasi ‘kuasa’ informasi yang baik. =)
  3. Bagaimanakah kita menyeimbangkan antara kebebasan beragama dan aliran ‘sesat’? Dari sudut pandang Islam, Ahmadiyah adalah aliran yang ‘sesat.’ Dari sudut pandang lain, Ahmadiyah hanyalah salah satu wujud kebebasan beragama, yang mungkin merupakan salah satu hak fundamental sebagai manusia. Berikut satu berita kerja bakti Ansor-Ahmadiyah. Sungguh sebuah mata air yang menyegarkan di tengah padang gurun. (dari milis pemuda gpbb) =)
  4. Sebuah diskusi (‘blogalogue’) mengenai ‘problem of evil.’ (a.k.a. problem of pain, suffering, etc.) Ketika berbicara tentang teodesi, mungkin pertanyaan yang lebih tepat bukan ‘mengapa’, namun ‘apa yang Allah lakukan untuk mengatasi hal ini’, dan karena itu, ‘apa yang perlu kita lakukan sebagai umat Allah di ciptaan yang cemar ini’, dimana hal ini tentunya harus dilakukan dengan mengikut Yesus, Sang Kalam yang telah menjadi manusia, dan berbagi dan merasakan penderitaan itu sendiri, bahkan sampai mati di kayu salib, dan bangkit di hari yang ketiga, dimana ciptaan baru itu memang sungguh sudah dimulai. =)
  5. Small heaven – menarik bagaimana septianbudi terus menulis tentang small heaven a.k.a. persekutuan iscf di blognya. Akan lebih menarik lagi kalau ’small heaven’ ini bisa diekstensikan ke teman-teman yang lain, agar mereka juga dapat merasakan apa artinya jika ’surga-di-bumi’, ya?