Humor


Saya ingin sedikit bermain-main dengan Anda. Sejujurnya, saya tidak ingin Anda mengetahui ataupun membaca tulisan saya kali ini. Namun, saya tidak tahan untuk menuliskannya.

 

Anda mempunyai kebebasan untuk membaca tulisan saya, walaupun sebenarnya saya menginginkan Anda untuk tidak membacanya.

 

(lagi…)

Pernahkan kita membayangkan betapa Tuhan itu sungguh setia. Setiap saat kita berdoa, kapanpun itu, Tuhan selalu mendengarkan. Dan Tuhan menjawabnya, walaupun mungkin jawabannya tidak sesuai dengan yang kita inginkan.

Bandingkan dengan kita. Kita yang mungkin sering merasa malas hanya untuk menyisihkan 30 menit untuk menemui Dia. Ketika kita bangun di pagi hari, kita menunda saat teduh kita karena masih ingin tidur sejenak. Pernahkan membayangkan bagaimana jadinya jika Tuhan kita seperti itu ^^ ? Tentu semua akan menjadi kacau. Kita seharusnya merasa malu. Namun itu seharusnya membuat kita sadar bahwa kesetiaan kita memang sangat rapuh. Kita hanya bisa bergantung pada kesetiaan Tuhan saja. Amin.

 

Lord, my soul is ripped with riot,
Incited by my wicked diet
“We are what we eat,” said a wise old man,
“Lord, if that’s true, I’m a garbage can.
I want to rise on Judgement Day,
that’s plain,
But at my present weight I’ll need a crane.
So grant me strength that I may not fall
Into the clutches of cholesterol.
May my flesh with carrot curls be sated,
That my soul may be polyunsaturated.
And show me the light I might bear witness
To the President’s Council on Physical Fitness.
And oleo magarine I’ll never mutter,
For the road to hell is spread with butter.
And cream is cursed, and cake is awful,
And Satan is hiding in every waffle.
Mephistopheles lurks in provolone;
The devil is in each slice of bologna.
Beelzebub is a chocholate drop,
And Lucifer is a lollipop.
Give me this day my daily slice,
But cut it thin and toast it twice.
I beg upon my dimpled knees
Deliver me from jujubes.
And when my days of trial are done,
And my war with malted milks is won,
Let me stand with saints in heaven,
In a shining robe, size 37!
I can do it, Lord, if you’ll show to me
The virtues of lettuce and celery.
If you’ll teach me the evil of mayonnaise,
The sinfulness of hollandaise
And pasta Milanese,
And potatoes a la lyonnaise
And crisp fried chicken from the south
Lord, if you love me, shut my mouth.”

Moral of the story:
Kitab Maleakhi menegur dengan keras orang Israel yang membawa persembahan berupa binatang yang tidak layak kepada Tuhan. Binatang persembahan yang seharusnya merupakan binatang terbaik, tidak bercacat digantikan dengan binatang yang lebih inferior dan bercacat. Hal-hal inilah yang membuat Tuhan murka.

Sama dengan diri kita yang merupakan Bait Allah (1 Kor 3:16), marilah kita menjaga diri kita dengan baik. Tubuh yang sehat tentulah dapat dipakai untuk melakukan pekerjaan Tuhan sampai kita dipanggil-Nya. Biarlah kita mati demi nama Kristus, bukan karena kolesterol. :P