Catatan:
Otorujuk = self-cite
Otokomen = self-comment
Beberapa hari yang lalu, ketika sedang mencari-cari artikel mengenai PBPK, saya menemukan ada satu pengarang yang hobinya merujuk ke artikelnya sendiri, walau artikelnya kebanyakan diterbitkan di satu jurnal saja (saya sempat menduga nakal bahwa orang ini adalah editor jurnal tersebut, karena itu karyanya hanya masuk di sana). Disebutnya, self-cite. Dan, seingat saya, saya sempat menertawakan hal ini.
Saat itu juga saya jadi teringat fenomena apa yang terjadi di Teoblogi. Sempat terheran-heran mengapa blog ini bisa masuk Growing Blogs pada hari Selasa yang lalu (14/08/07). Satu dugaan saya adalah rasio antara jumlah komen dengan jumlah post cukup “lumayan” (setiap post rata-rata dikomentari 2 kali – sebagai perbandingan, rasio di blog saya sekitar 0.36), usia blog yang relatif muda, dan frekuensi post yang cukup sering. Growing Blogs sendiri, menurut WordPress, adalah ‘blogs that gained the most popularity recently.’ Jadi, tebakan yang lebih masuk akal adalah blog-blog dengan jumlah post, pengunjung, umpan balik, dan komentar yang banyak akhir-akhir ini.
Dan, kalau dipikir-pikir lagi, banyak komentar di blog ini (45 dari 62) yang ditulis oleh… ehm… penulis-penulis blog ini juga! He he. Saya menyebutnya, otokomen. Boleh dibilang, apa yang dilakukan oleh pengarang tersebut agak mirip dengan apa yang dilakukan pula di sini. Walau, tentunya, kami tidak memiliki motivasi tersembunyi apapun ketika kami memberikan komentar di post teman kami di sini! =)
Sebuah post ringan (dan sedikit iseng) semata. =)
Catatan tambahan: sungguh bersyukur melihat banyak kisah personal di blog ini. terima kasih, kawan-kawan. =)