Blog


Mantap, yos. Tampaknya arahnya sudah tepat. Iyah mungkin nantinya perlu beli domain.

Impiannya itu bisa seperti peselancar blog-nya WordPress (yang ada di akun masing-masing) berbentuk blog.

Di kampung-blog ini, kita bisa membaca banyak blog sekaligus, walau untuk memberi komentar tetap harus mengklik masing-masing post untuk dialihkan ke blog asli. (di peselancar blog WordPress juga begitu)

Cuma di peselancar blog WordPress hanya terbatas untuk membaca blog-blog WordPress saja, sedangkan penyedia layanan RSS seperti google reader tidak ‘berbentuk’ seperti blog. Karena itu, ingin memadukan feature keduanya. (convenience a la RSS feed reader dan publikasi a la blog)

Perkembangan blog ini sama seperti cerita roman kebanyakan; Bermulai dari sebuah abstraksi, permulaan yang manis, kemunduran yang cukup lama, re-abstraksi mencari jati diri, terjun kembali ke dunia, etc etc.. Happy Ending (yang terakhir ini belum). Apakah kita belum cukup bergulat dalam abstraksi dan mencari jati diri dahulu, sehingga sekarang kita harus berusaha lagi, atau memang inilah proses bergulat itu. Terus menerus bergumul dan mencari abstraksi diri, dalam jati dan visi.

Beberapa post belakangan tampak usaha keras untuk berabstraksi, meskipun tampak tidak terorganisir namun saya percaya inilah proses yang harus terlaksana, mundur sesaat untuk maju, mencoret guratan untuk background kanvas sebelum melukis.

Sekiranya kita akan bergulat bersama Allah dalam setiap hal kecil maupun besar.

Your name shall no longer be called Jacob, but Israel, for you have striven with God and with men, and have prevailed.

——————-
Perihal penebusan dunia dan ciptaan baru, setuju sekali kalau yang terpenting bukanlah 5W+1H, tetapi bertanya in the light of the truth. Dan dalam kerangka berpikir, berdoa, bergumul “Apa yang Tuhan mau” ini, saya percaya kita dapat memulai dengan “Why”, yang akan mendrive kita bertanya 4W+1H selanjutnya, yang pasti akan lebih spesifik dari Why yang lebih general, dengan seeking in truth menjadi yang terpenting. Dan misi pembaruan dunia ini hanya bisa dilakukan dengan pertolongan Tuhan, yang telah menjadikan dunia; langit dan bumi beserta segala isinya.

  1. Tingkah laku kenabian – saya cukup sering mendengar bagaimana gereja perlu menjadi suara kenabian, menyuarakan Firman Tuhan ke masyarakat, memberitahu yang salah dan menunjukkan kepada yang benar. Bagaimana kalau ‘suara’ ini dilengkapi, atau, dimanifestasikan, dengan tingkah laku kenabian, dengan berkarya dan menunjukkan apa yang terjadi jika Tuhan sendiri yang berkarya di dunia ini? =)
  2. Blog adalah demokratisasi media. ‘Semua’ orang bebas berpendapat menyuarakan perspektifnya mengenai hal apapun. Era ‘monopoli’ informasi oleh media lama mungkin akan segera usai. ‘Kuasa’ informasi mungkin akan terbagi oleh media lama dengan media baru. Walau pada akhirnya jumlah pemilik ‘kuasa’ ini tetap masihlah sangat kecil dibandingkan seluruh penduduk dunia, namun setidaknya ‘kuasa’ ini sudah terbagi-bagi. Karena itu, jadilah representasi ‘kuasa’ informasi yang baik. =)
  3. Bagaimanakah kita menyeimbangkan antara kebebasan beragama dan aliran ‘sesat’? Dari sudut pandang Islam, Ahmadiyah adalah aliran yang ‘sesat.’ Dari sudut pandang lain, Ahmadiyah hanyalah salah satu wujud kebebasan beragama, yang mungkin merupakan salah satu hak fundamental sebagai manusia. Berikut satu berita kerja bakti Ansor-Ahmadiyah. Sungguh sebuah mata air yang menyegarkan di tengah padang gurun. (dari milis pemuda gpbb) =)
  4. Sebuah diskusi (‘blogalogue’) mengenai ‘problem of evil.’ (a.k.a. problem of pain, suffering, etc.) Ketika berbicara tentang teodesi, mungkin pertanyaan yang lebih tepat bukan ‘mengapa’, namun ‘apa yang Allah lakukan untuk mengatasi hal ini’, dan karena itu, ‘apa yang perlu kita lakukan sebagai umat Allah di ciptaan yang cemar ini’, dimana hal ini tentunya harus dilakukan dengan mengikut Yesus, Sang Kalam yang telah menjadi manusia, dan berbagi dan merasakan penderitaan itu sendiri, bahkan sampai mati di kayu salib, dan bangkit di hari yang ketiga, dimana ciptaan baru itu memang sungguh sudah dimulai. =)
  5. Small heaven – menarik bagaimana septianbudi terus menulis tentang small heaven a.k.a. persekutuan iscf di blognya. Akan lebih menarik lagi kalau ’small heaven’ ini bisa diekstensikan ke teman-teman yang lain, agar mereka juga dapat merasakan apa artinya jika ’surga-di-bumi’, ya?

Menanggapi tulisan di sini.

Beberapa hal yang perlu kita siapkan untuk membuat aggregrator blog, jika ingin membuat yang profesional

1. Web hosting. Bisa mencari yang gratisan, jumlahnya ada buaaaanyak. Atau yang berbayar. Ada yang mahal, ada yang murah. Tergantung layanan.

2. Domain. Kalau tidak mau beli domain, bisa pakai domain gratisan juga. Namun domain gratisan itu memang tidak bagus.

3. Content Management Software. Bisa memakai WordPress atau yang lainnya.

4. Setelah semuanya siap, kita bisa buat aggregrator blog dengan memakai ini misalnya.

Saya belum mencari alternatif lain. Saya coba cari. Dulu pernah lihat aggregrator blog memakai blogspot. Saya duga gratis.

Ada ide lain?

Coba amati list di bawah ini.

Januari, Februari, Maret yang telah terhilang dari blog ini…

Mari kita aktifkan kembali….

Untuk meneruskan spark itu. =p

Mungkin saat-saat ini adalah saat mencari identitas. Dimana segala tujuan visi misi fungsi et al. blog ini dipikir, direnung, ditelaah ulang. Saat yang baik juga untuk menulis segala sesuatu di bawah matahari mengenai ngeblog. Apa itu blog, apa tujuannya, apa alasannya.

Mungkin. Mungkin.

Berhubung hipotesa apapun dimungkinkan saat ini, dengan kebebasan berpendapat diamini sedalam-dalamnya, berikut salah satu alternatif fungsi blog ini.

Yaitu, sebagai linker.

Yang akan menjadi penunjuk kepada berita dan post yang menarik.

Misalnya.

1. tulisan menarik oleh duca™ mengenai ciptaan baru dan imago dei.

2. septian budi juga memikirkan ulang tujuan blognya untuk merayakan satu tahun septianbudi.com.

3. perspektif menarik tentang sejarah singapura oleh imambenjol.

4. kartini yang terdampar di negeri orang. liputan soal tkwi yang menjadi psk di geylang.

5. kegagalan cinta. (ha! =p)

ada yang tahu bagaimana cara membuat sebuah agregator blog seperti planet.terasi.net?

terpikir untuk membuat hal seperti itu untuk meng-agregate blog kawan-kawan. (sebagai alternatif ketiga dari tulisan duca™ sebelumnya)

jadi blog ini memuat tulisan dr blog kawan-kawan, namun ditampilkan juga dalam bentuk blog, bukan seperti RSS feed layaknya google reader. (menyambung tulisan duca™ lagi, sebuah para-blog =P)

abis itu kita namakan saja kawanan domba atau apa-lah hehe.

Catatan:

Otorujuk = self-cite

Otokomen = self-comment

Beberapa hari yang lalu, ketika sedang mencari-cari artikel mengenai PBPK, saya menemukan ada satu pengarang yang hobinya merujuk ke artikelnya sendiri, walau artikelnya kebanyakan diterbitkan di satu jurnal saja (saya sempat menduga nakal bahwa orang ini adalah editor jurnal tersebut, karena itu karyanya hanya masuk di sana). Disebutnya, self-cite. Dan, seingat saya, saya sempat menertawakan hal ini. :(

Saat itu juga saya jadi teringat fenomena apa yang terjadi di Teoblogi. Sempat terheran-heran mengapa blog ini bisa masuk Growing Blogs pada hari Selasa yang lalu (14/08/07). Satu dugaan saya adalah rasio antara jumlah komen dengan jumlah post cukup “lumayan” (setiap post rata-rata dikomentari 2 kali – sebagai perbandingan, rasio di blog saya sekitar 0.36), usia blog yang relatif muda, dan frekuensi post yang cukup sering. Growing Blogs sendiri, menurut WordPress, adalah ‘blogs that gained the most popularity recently.’ Jadi, tebakan yang lebih masuk akal adalah blog-blog dengan jumlah post, pengunjung, umpan balik, dan komentar yang banyak akhir-akhir ini.

Dan, kalau dipikir-pikir lagi, banyak komentar di blog ini (45 dari 62) yang ditulis oleh… ehm… penulis-penulis blog ini juga! He he. Saya menyebutnya, otokomen. Boleh dibilang, apa yang dilakukan oleh pengarang tersebut agak mirip dengan apa yang dilakukan pula di sini. Walau, tentunya, kami tidak memiliki motivasi tersembunyi apapun ketika kami memberikan komentar di post teman kami di sini! =)

Sebuah post ringan (dan sedikit iseng) semata. =)

Catatan tambahan: sungguh bersyukur melihat banyak kisah personal di blog ini. terima kasih, kawan-kawan. =)

Iseng-iseng cari generator logo di internet. (lebih tepatnya, karena tidak bisa membuat sendiri =)

logoteoblogi.jpg
dari logoblog.org dan diedit menggunakan MS Paint

Jika Anda hendak menampilkan logo blog ini pada sidebar blog Anda, silakan copy dan paste kode di bawah ini.

<a href="http://teoblogi.wordpress.com" target="_blank" ><img border="none" width="200" height="44" src="http://teoblogi.files.wordpress.com/2007/07/logoteoblogi.jpg"></a>

Anda boleh mengubah nilai width dan height disesuaikan dengan panjang dan lebar sidebar Anda. Akan tetapi mohon diperhatikan proporsi perbandingan panjang dan lebarnya, sehingga akan tetap terlihat proporsional.

Btw ini ada contoh blog yang konsepnya dapat kita contoh: 9marks. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Kepengarangan: pengarang-pengarang di blog itu saling mengenal. Mungkin begitu saja ya cara blog ini menambah pengarangnya.
  2. Sahut-menyahut: menggunakan re: [Judul Post]. Dan re: re: [Judul Post]. Dan seterusnya.
  3. Cakupan blog: di sana tentang seputar gereja. Dan dibatasi untuk hal itu saja. Disini? Pemuda? Apa kita mengalir dulu saja, dan melihat nanti bagaimana?

Halaman Berikutnya »