ada 4 elemen yang mau dibahas di sini;

A. Badan: organisasi, society, yang memayungi no.2
B. Insan: Anggota, individu yang terpayungkan no.1
C. Aksi: Kegiatan, acara, event, kerja, action yang dilakukan no. 2
D. Respons: Feedback dunia, masyarakat luar dan dalam terhadap action no.3

dan, beberapa kasus interaksi ke tiga elemen(yang ke empat berinteraksi bebas, secara ad-hoc) di atas;
1. Badan mengadakan Aksi melalui para Insan (yang sudah berafiliasi) dalamnya.
2. Insan mengafiliasikan diri kepada Badan. Kemudian Insan mengadakan Aksi.
3. Insan mengadakan Aksi. Kemudian Insan tersebut mengafiliasikan diri kepada Badan. Aksi tersebut diteruskan/diubah maknanya/diberhentikan.

contoh yang mudah;
1. sebuah parpol(badan) menerbitkan surat kabar(aksi) untuk perihal kepentingan partai.
2. seseorang (insan) mengikuti sebuah parpol, lalu tergerak untuk menerbitkan surat kabar yang sehubungan dengan partai itu, dalam worldview partai itu, etc.
3. seseorang(insan) membuat perusahaan surat kabar(aksi), lalu setelah ia join parpol(badan), surat kabar itu tetap ia jalankan, ia ubah maknanya, atau diterminate, entah sehubungan dengan parpol atau tidak.

perlu kita ketahui peran elemen ke 4;
respon objektif akan melihat dari urutan paling belakang ke depan, (e.g. ‘oh surat kabarnya baik, siapa yang terbitin? dari partai apa dia?’)
sedang respon yang mengusut dari depan ke belakang akan menempatkan generalisasi, label, dan stereotipe terlebih dahulu. (e.g. ‘hah, partai yg liar itu nerbitin surat kabar? dalemnya pasti…’)
Dan respon yang hanya melihat salah satu dari badan, insan, aksi, (dan lebih parah hanya melihat respon yg laen; gosip) adalah respon semu yang tidak berdasar.

point of interest kita di nomor 3, tapi mari kita lihat ke yang lain.
no 1: sangat jelas, kalau pencetus Aksi adalah Badan, dan Insan hanya alat. Disini, sangatlah mungkin untuk mengaitkan Aksi dengan Badan.

no 2: jelas juga, bahwa Insan membawa pengaruh Badan ke dalam Aksinya yang dia lakukan kemudian. meskipun ada kemungkinan itu hanyalah keinginan pribadinya. Aksi masih bisa di kaitkan dengan Badan.

no 3: kurang jelas, apakah Aksi yang diperbuat Insan itu mendapat pengaruh Badan atau tidak. Karena Aksi tersebut pertama2 ia lakukan sebelum ia join ke dalam Badan, tentu pengaruh pribadinya lebih kuat. dan jikalau itu tetap diteruskan/ diubah maknanya pun setelah ia join dengan Badan, hal ini tidak cukup kuat untuk mengafiliasikan Aksi tersebut dengan Badan.

morals:
no 1. Apa yang diperbuat Kristus melalui tubuh-Nya, gereja, adalah Aksi-Nya, dan kita adalah alat-Nya saja.

no 2. Kreasi yang dapat kita beri secara positif dalam hidup kita, dapat merupakan perubahan yang dibawa oleh pembaruan oleh Dia, namun bisa juga merupakan ambisi pribadi kita.

no 3. Hal yang dulu (ataupun masih) kita lakukan, saat kita berafiliasi dengan dunia dan bukan dengan Kristus, jelas-jelas tidak cukup untuk melabel sang Badan tersebut dengan Aksi dari insan.