Hanya patung terentang,
mengucap Selamat datang.

Kota angkara,
kota angkasa,

Telah menanti, telah menari.
Roda meluncur liar, darah mengalir deras.

Jendral memberi pencuri hormat,
penguasa bercengkrama.

Lariku dari mulut Singa,
tapi ke mulut makhluk apakah ku ‘kan melangkah?

Jangan ku lari, o Tuhan, jangan.
Kemanakah ku dapat pergi dari naungan sayap-Mu?