Workshop ISCF, IBS Kitab Wahyu, kegiatan iscf terakhir dalam fase ini. Melihat isu-isu dalam jemaat Efesus yang mendapat teguran melalui surat. Keesokan harinya, mencoba melihat isu-isu keenam jemaat yang lain. Masukan sangat ditunggu di comment.
1. Church in Ephesus
Memiliki pengajaran dan kegiatan yang kuat, tetapi terdapat eksklusivitas yang tidak memiliki kasih. Surat dikirim oleh yang memegang ketujuh bintang dan berjalan diantara ketujuh kaki dian; oleh Dia yang memegang kuasa atas kepala jemaat, jemaat dan berada beserta mereka, seakan berkata “ini gereja-Ku, dimana kasih-Ku kau letakkan?”
2. Church in Smyrna
Mendapati cobaan yang berat, dimana jemaatnya lambat laun akan dicobai dan mungkin menghadapi kematian. Surat dikirim oleh yang pertama dan terakhir; oleh Dia yang telah mati dan bangkit, seakan berkata “kalau kau bersama-Ku, kau pun akan bangkit dari kematian seperti yang telah Kutunjukkan”
3. Church in Pergamum
Meskipun tetap berpegang kepada iman, tapi jemaat ini terbawa oleh ketidaktaatan yang berasal dari arus pengajaran yang tidak sehat dari pengaruh luar. Surat dikirim oleh Dia yang empunya pedang bermata dua; seakan berkata “keadilan akan dijaga dengan pedang, dan ketidaktaatanmu akan menghadapi pedang”
4. Church in Thyatira
Meskipun melayani dalam kesabaran dan kasih, tetapi dalam jemaat sendiri ada pengajar palsu yang mengajar ketidaktaatan kepada Allah. Surat dikirim oleh Dia yang bermata seperti api, dan kakinya seperti tembaga, seakan berkata “bisa Kulihat dirimu dan ketidaktaatanmu sampai ke dalam-dalam, hanya yang berdiri bersama-Ku saja yang akan tetap teguh”
5. Church in Sardis
Dikritik karena tidak bersemangat, dan malas. Jemaat yang biasa-biasa saja, tidak sampai sesat karena memang mungkin tidak cukup berpikir. Surat dikirim oleh Dia yang memiliki tujuh roh dan tujuh bintang; seakan berkata “ini roh yang daripada-Ku, di mana roh dan semangatmu?”
6. Church in Philadelphia
Jemaat yang terkata kecil kekuatannya, namun dijanjikan kekuatan oleh Allah, dan mereka setia terhadap misi-Nya. Surat dikirim oleh dia yang Kudus, yang Benar, yang memegang kunci Daud; seakan berkata “sekecil apapun engkau, jika pintu telah Kubuka tak akan ada yang bisa menutup, dan jika telah Kututup tak akan ada yang bisa membuka, manfaatkanlah kairos ini.”
7. Church in Laodicea
Mendapat teguran yang paling keras, karena mereka “suam-suam kuku” atau mungkin acuh tak acuh terhadap kebenaran yang dari Allah. Surat dikirim oleh Amin, saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan, Dia yang seakan berkata “ini Aku, kegenapan akan kebenaran dan janji Allah. Masihkah kau acuh tak acuh terhadap-Ku?”
Pertanyaan-pernyataan di atas bukanlah Firman Tuhan, tetapi saat saya menempatkan diri sebagai pembaca dengan keterbatasan pengetahuan terhadap konteks jaman dulu, itu pertanyaan dan pernyataan yang terngiang saat membaca kop surat bertajuk “From:..”, seakan-akan ditanyakan kepada gereja. Akan isu-isu yang saya rasa masih sangat relevan bagi gereja segala abad dan tempat (termasuk masa kini).
Dapatkah kita berkata; “ini aku Tuhan, milik-Mu, bagian jemaat-Mu dan gereja-Mu yang telah setia.”?
Mei 13, 2008 at 5:55 pm
agak2 ga nyambung, cuma mungkin menjelaskan ’suam-suam kuku’:
Laodikia terletak antara Hierapolis yang ada mata air panas (untuk sauna? =p) dan Kolose yang ada mata air dingin (untuk air minum), sehingga pas ketemu di Laodikia jadi ’suam-suam kuku’, i.e., tidak berguna.
Mei 13, 2008 at 6:12 pm
nyambung koq
pas woksop juga alen ama ka pet ngmg hal itoo
Juli 22, 2008 at 3:27 pm
do you know any information about this in english?