Oktober 2007


 Berikut adalah penggalan dari sebuah iklan di Indonesia tentang suatu produk kesehatan.

“Sudahkah anda minum Y-k–t hari ini?”

“Saya minum dua!!”

Ketika sedang berpikir entah mengapa terpikirkan saja iklan ini. Bukan berarti saya mau promosi, karena saya bukan perwakilan dari produk ini.

Apa si tema atau fungsi dari produk ini? Yupp, tentang kesehatan atau lebih tepatnya minuman kesehatan untuk memperlancar pencernaan. Dan produk ini bertahan bahkan sampai sekarang, yang memberi satu indikator bahwa dalam batas tertentu, memang produk ini dibutuhkan oleh masyarakat. Mereka peduli terhadap kesehatan dengan mengkonsumsi produk yang bermanfaat (memang bermanfaat sih), untuk membuang hal-hal yang menjadi racun bagi tubuh kalau tidak dikeluarkan.

 

Tapi itu berkaitan dengan tubuh kita. Bagaimana dengan jiwa kita yang juga membutuhkan makanan dalam pertumbuhannya? Jika tidak diberi makanan rohani, pertumbuhan rohani kita bisa terhambat, dan hasil yang keluar pun (buah dari perbuatan kita) bisa terhambat (seperti nya perbandingan yang agak cocok ya :P ), dan mungkin busuk didalam :P

Jadi, izinkan saya dengan berani menanyakan pada saudara sekalian

 

“Sudahkah anda membaca Alkitab hari ini?”  :)

Aku bermimpi.

Di Singapura hanya ada satu gereja.

Dengan satu waktu ibadah setiap minggunya.

Dimana orang-orang datang dengan antusias.

Satu jam sebelum ibadah, mereka sudah datang.

Paling telat, tiga puluh menit sebelum ibadah mulai.

Masing-masing mempersiapkan hati.

Sungguh-sungguh.

Menunggu ibadah dimulai.

Dan aku pun terbangun.

“Argh, udah jam 8! Gak keburu ini mah untuk ibadah jam 9. Tidur lagi deh sampai jam 9, ikut ibadah jam 11 aja…”

Kiranya banyaknya pilihan tidak menjadikan kita manja. :)

“Datang ngepas itu terlambat sebenarnya.”
(Kak Petrus, outing gabungan pemuda CLPC-GPBB-GPO)

bila saat ini
waktu berhenti

hingga kugenggam bulir bulir hujan
tanpa basah dan dingin

tak perlu kauputar balik waktu itu
ku hanya ingin bila saat ini
waktu terhenti

bila saat ini
waktu berhenti

semua angin kan canggung terdiam
semua api kan rapuh terbeku
tanpa desiran
tanpa tarian

ku tak perlu memutar balik waktu lalu
ku hanya ingin bila saja

bila saja saat ini
waktu terhenti

dan semua angkasa raya pun gulita
dan semua pencakar langit membisu
saat cahaya remang bergeming
saat ambisi angkara hilang menguap

tapi saat ini
segalanya menerjang
ke kanan dan ke kiri
menggala di segala ruang

ku tak perlu mengulang waktu tadi
ku hanya mau
waktu terhenti

Hari ini saya potong rambut di EC House. Dan ternyata ada fasilitas baru di tempat ini. Sekarang, ada layar monitor LCD kecil di bawah cermin.

echouse.PNG

Layar monitor LCD ini diposisikan sedemikan rupa sehingga kita pasti dapat melihat tayangan di layar tersebut baik dalam posisi pandangan normal maupun ketika kita disuruh menunduk ketika rambut kita sedang dipotong.

Tayangannya sendiri berisi cuplikan film-film bioskop yang belum ditayangkan dan beberapa iklan produk tertentu. Dan akan berulang setiap 10 menit sekali.

Dari pengalaman tersebut ada beberapa hal yang saya pikirkan.

Pertama, alasannya. Kawan saya menyebutkan alasan yang saya pikir tepat. Secara sederhana memang untuk iklan semata. Toh memang orang tidak melakukan kegiatan apapun ketika ia sedang dipotong rambutnya. Ya, jadi waktu-waktu kosong ini dapat digunakan juga untuk promosi produk maupun jasa. Setidaknya dari pengalaman hari ini saya jadi hapal sebuah tagline iklan obat pelangsing tubuh: “You’ll start to worry when you look pregnant.” >.<

Kedua. Setelah saya pikir-pikir lagi, mungkin tayangan ini ada bagusnya. Setidaknya ia bisa mengalihkan kita dari saat-saat dimana kita paling memuja diri kita sendiri ketika kita dengan tidak henti-hentinya memperhatikan diri kita di depan cermin.

Ketiga. Mungkin ini adalah suatu cara cerdik dari EC House untuk mengalihkan perhatian konsumer agar ia tidak memperhatikan jalannya pemotongan rambut, karena siapa tahu potongannya jadi aneh, dan tahu-tahu sudah selesai tanpa ia sadari.

OK. Yang kedua dan ketiga memang agak tidak masuk akal. Namun yang terakhir ini serius.

Keempat. Kalau ini dari sisi pengunjungnya. Saya sendiri semakin sedih dengan adanya fasilitas ini. Saat-saat potong rambut adalah suatu kesempatan yang langka bagi orang Singapura untuk setidaknya bisa duduk diam tanpa melakukan sesuatu hal apapun. Ya, kita adalah orang-orang yang patut dikasihani, karena sudah lupa bagaimana caranya untuk duduk tenang berkonsentrasi untuk jangka waktu yang lama. =) Potong rambut 10 menit adalah saat dimana kita ‘dipaksa’ untuk duduk diam dan tidak melakukan sesuatu hal apapun. Hal yang dianggap sebagai ‘tidak produktif’ di dunia yang lebih mengagungkan berapa banyak yang kita kerjakan dibandingkan karakter kita. Dan saat potong rambut inipun akhirnya direnggut dari sejumlah kecil saat-saat tenang tersebut. =)

Saya ingin sedikit bermain-main dengan Anda. Sejujurnya, saya tidak ingin Anda mengetahui ataupun membaca tulisan saya kali ini. Namun, saya tidak tahan untuk menuliskannya.

 

Anda mempunyai kebebasan untuk membaca tulisan saya, walaupun sebenarnya saya menginginkan Anda untuk tidak membacanya.

 

(lagi…)

Sepertinya saya sudah cukup lama tidak menulis di blog ini. Ya, benar. Saya pun sebenarnya tidak menjadi aktif menulis di tempat lain. Boleh dibilang, saya absen menulis beberapa waktu ini.

Kali ini mungkin saya akan menulis dengan gaya yang cukup ringan. Tidak terlalu serius, tetapi juga tidak selalu bercanda. Walaupun demikian, saya tetap berharap tulisan ini bukan hanya sekedar tulisan yang dibaca dan tidak berarti begitu saja. Saya berharap semoga tulisan ini bisa berguna bagi kita, pelayanan kita, dan tentunya untuk kemuliaan Tuhan.

Baiklah, mungkin sudah terlalu cukup paragraf diatas sebagai pengantar. Mari, saya ajak Anda ke dalam tulisan ini.

(lagi…)